7 Hal Menarik dari Fase Hidup Lalat yang Singkat

4 Proses Daur Hidup Lalat yang Perlu Anak Ketahui | Popmama.com
source gambar : popmama.com

Dikenal sebagai serangga yang senang hidup di tempat kotor, lalat memang dianggap sebagai salah satu binatang yang identik membawa bakteri dan berbagai hal merugikan lainnya.

Selama fase hidupnya, lalat memang akan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk tinggal di tempat-tempat yang lembab, kotor dan tentunya memiliki banyak sumber makanan yang bisa mereka konsumsi.

Namun meski begitu, ada banyak hal menarik dari daur hidup lalat, berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  • Mengalami metamorfosis sempurna

Meski dikenal sebagai salah satu serangga yang memiliki daur hidup yang terbilang cukup singkat, lalat justru mengalami proses metamorfosis sempurna.

Sama dengan beberapa serangga lainnya, binatang yang satu ini mengalami 4 fase metamorfosis, yakni: telur, larva, kepompong, dan akhirnya menjadi lalat dewasa.

  • Menghasilkan banyak telur

Selama masa hidupnya, lalat betina bisa menghasilkan banyak sekali telur. Jadi tidak mengherankan mengapa populasi serangga ini terbilang banyak.

Untuk satu kali bertelur, lalat betina mampu menghasilkan sekitar 500 telur. Dalam fase hidup lalat, lalat betina bisa bertelur hingga 6 kali. Artinya, seekor lalat betina bisa menghasilkan sekitar 3000 telur selama hidupnya.

  • Menetas dalam waktu yang singkat

Telur lalat tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menetas. Telur-telur yang sudah dibuahi ini hanya membutuhkan waktu sekitar 8 sampai 20 jam saja untuk menetas.

Pada umumnya telur lalat ini berwarna putih atau kekuning-kuningan. Begitu kecil, telur lalat biasanya hanya kerukuran sekitar 1 milimeter saja.

  • Mengalami fase kepompong

Sama halnya dengan kupu-kupu dan beberapa jenis serangga lainnya, lalat juga mengalami fase pupa atau sering disebut dengan kepompong.

Fase ini terjadi setelah larva lalat mengalami perubahan warna kulir, dari yang awalnya putih menjadi kecoklatan atau bahkan kehitaman. Dalam fase pupa larva tidak akan melakukan aktifitas apapun lagi.

  • Memiliki penciuman yang sangat tajam

Lalat yang sudah dewasa pada umumnya akan memiliki penciuman yang sangat tajam dan berbeda dari serangga lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, penciuman lalat bahkan masih bisa bekerja dengan baik pada jarak sekitar 750 meter dari objek penciumannya sekalipun.

Penciuman yang tajam seperti inilah yang membuat lalat mampu mendeteksi adanya makanan atau “mangsa” yang menarik untuk mereka datangi.

  • Memiliki penglihatan yang tajam

Selain memiliki penciuman yang tajam, lalat juga memiliki kemampuan yang sangat baik dalam melihat berbagai benda yang ada di sekitarnya.

Serangga yang satu ini memiliki sepasang mata yang sangat tajam, sebab kedua matanya dilengkapi dengan sekitar 4000 lensa sekaligus.

Hal ini membuat lalat selalu bisa mendeteksi objek dengan baik, bahkan dalam jarak yang terbilang jauh.

  • Fase hidupnya singkat

Sebagaimana beberapa jenis serangga lainnya, lalat hanya memiliki fase hidup yang singkat di dalam daur hidupnya. Lalat hanya mengalami fase telur kurang dari 1 hari saja.

Sedangkan lalat dewasa hanya mampu bertahan hidup sekitar 15 sampai 30 hari saja. Lalat bahkan hanya mampu bertahan hidup tanpa makan dalam 3 hari saja.

Jika dihitung sejak dari fase pembuahan, daur hidup lalat ini hanya berlangsung sekitar 3 hingga 5 minggu saja.

Leave a Comment